Saat itu sedang di luar kota,,,,jam tanganku menunjukkan
pukul 16.30..sudah mulai padatnya pengguna jalan yang hendak mengakhiri
pencarian rejeki hari ini.
Hujan panas mengguyur kota yang selalu banjir meski hanya
sebentar hujan turun...genangan sana sini membuat percikan air yang dilalui ban
motor dan mobil sesekali menambah basahnya sepatu ku yang memang sudah basah karena hujan.
Meski mitos hujan panas katanya saat setan
melahirkan...namun kemeriahan kampanye salah satu cagub tak menyurutkan niat
simpatisan entah karena sebah loyalityas atau doorprize yang dijanjikan.
akhirnya angkot merah tiba juga setelah setangah jam
menanti....rupanya angkot hanya menyisakan muatan untuk satu orang. dengan
berat hati aku mundur memilih anak sekolah itu yang naik, meski aku khawatir
dengan keselamatn berkas di tas gendongku yang aku yakin telah basah. sekitar
selang waktu yang sama angkot coklat pun berhenti didepanku....yah....dari luar
terlihat hanya ada 1 org penumpang. aku memilih duduk disamping pintu keluar
agar lebih segar sambil memandangi ib kota provinsi ini. tapi ternyata
sepanjang jalan perhatiank direbut oleh pemandangan yang ada didepanku. seorang
ibu tua penjual sayur dengan sandal jepit yang tak layak pakai lagi, belum lagi
kakinya yang dipenuhi lumpur sambil memperbaiki sayur yang masih menumpuk
didepannya....tiba2 iba menghampiriku, terlebih melihat uang digengamannya
hanya beberapa ribu perak. berbagai pikiran menyedihkan menghampiriku..... dan
aku berencana untuk membayarkan angkotnya.....lumayan untuk mngurangi pengeluarannya
hari ini.
Tak lama 2 penumpang
masuk yang. 1 penumpang itu menggunakan seragam kampanye itu....sepanjang jalan
kerjaanya hanya mengumpat dan mengutuk cagub yang ia kenakan bajunya......tak
lama ibu tua penjual sayur menyambung pembicaraannya dengan umpatan yang tak
kalah pedasnya......sunggh aku terkejut dengan sikap ibu itu....seketika iba ku hilang dan
lenyap..semua rencanaku kualihkan.....
ternyata penampilan tak menjamin sikap seseorang.
renungan di kota banjir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar